Rabu, 15 Juli 2020

Dengan Ekspresi Tersenyum Pun Bisa Menuntun Otak Agar Lebih Positif


Tersenyum merupakan sebuah hal yang biasa kita lakukan untuk menjaga hubungan sosial. Hal ini biasanya kita lakukan untuk menampilkan wajah ramah dan bersahabat dengan orang lain.

Namun sebuah penelitian mengungkap bahwa tersenyum tak hanya berguna untuk hubungan sosial saja, namun juga pada kondisi pikiran kita. Dilansir dari Medical Xpress, hal ini terungkap melalui sebuah penelitian di University of South Australia.

Berdasarkan penelitian itu, terdapat dampak pada otak yang bisa muncul ketika kita tersenyum. Menggerakkan otot wajah dan membentuk senyuman bisa menuntut otak kita untuk berpikir lebih positif.

Hasil temuan yang dipublikasikan pada Experimental Psychology ini mencoba mengevaluasi dampak dari senyuman terhadap persepsi ekspresi wajah dan tubuh. Pada kedua percobaan tersebut, senyuman dilakukan dengan cara partisipan meletekakkan bulpen di antara gigi sehingga memaksa wajah mereka melakukan bentuk seperti tersenyum.

Penelitian menemukan bahwa aktivitas otot wajah tidak hanya mempengaruhi penanda ekspresi wajah saja namun juga pada ekspresi tubuh. Keduanya diketahui memiliki dampak berupa emosi positif.

Ketika ototmu menunjukkan bahwa kamu bahagia, kamu cenderung melihat dunia dengan cara positif.

Dari penelitian, diketahui bahwa memaksakan untuk tersenyum bisa menstimulasi amygdala, pusat emosi di otak, yang melepaskan neurotransmitters untuk menimbulkan kondisi emosi positif. Bagi kesehatan mental, hal ini memiliki implikasi yang menarik. Jika kita bisa memperdaya otak untuk menganggap rangsangan ini sebagai perasaan 'gembira', maka kita berpotensi menggunakan mekanisme ini untuk meningkatkan kesehatan mental.

0 komentar:

Posting Komentar