Kamis, 30 Juli 2020

Waw Motor Bebek Jadul ? Honda CT125 yang Glowing memiliki Teknologi Modern dibanderol dengan harga Rp 75 Juta


Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan Honda CT125 sebagai ikon sepeda motor bebek trekking yang mudah dikendarai setiap hari tapi nyaman untuk menemani aktivitas trekking saat menikmati alam. Honda CT125 memililki desain terkesan 'jadul' dan unik.

Honda CT125 hadir dengan warna Glowing Red dengan harga jual Rp 75 juta (on the road Jakarta) yang dipasarkan secara eksklusif di seluruh jaringan Honda Big Wing dan Wing dealer.

Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma menjelaskan Honda CT125 merupakan ikon motor bebek trekking legendaris dengan desain tangguh dan klasik tapi dilengkapi teknologi modern. Model ini diperkenalkan untuk mereka yang ingin motor bebek ikonik yang nyaman digunakan di perkotaan dan tangguh saat turing santai sambil menikmati alam.

Honda CT125 hadir untuk memperluas kesenangan berkendara motor yang unik, tak hanya di lingkungan perkotaan tapi juga untuk berbagai aktivitas outdoor. Dengan performa mesin yang menyenangkan dan beragam fitur fungsional, model ini siap menemani beragam gaya hidup pengendaranya.

Nama legendaris CT lahir pada 1964 yang pertama kali digunakan pada Honda CT200 Trail 90. Pada tahun ini, produk yang melegenda selama hampir 60 tahun ini didesain ulang dengan perspektif modern terbaru yang dibekali dengan teknologi terkini melalui Honda CT125.

Honda CT125 dibekali dengan mesin 125 cc, PGM-FI, 4 langkah, dan berpendingin udara yang menghasilkan tenaga maksimal 6,5 kW pada 7.500 rpm dan torsi maksimal 11 Nm per 4.500 rpm. Dapur pacunya ini mampu memberikan resposn yang menyenangkan di perkotaan dan pengalaman berkendara motor yang nyaman untuk trekking dan turing.

Motor ini memiliki bore dan stroke 52,4 x 57,9 milimeter dengan rasio kompresi 9,3:1.

Honda CT125 didesain sebagai mitra berkendara yang tangguh di medan trekking menuju destinasi menyenangkan, seperti berkemah, memancing, atau turing santai menikmati alam. Rangkanya rigid dan ringan. Rangka belakang model ini dibuat lebih panjang untuk mengakomodasi barang bawaan yang lebih besar. Karakter mesin 125 cc yang menghasilkan torsi besar dan penyematan rem ABS pada Honda CT125 memberikan pengalaman berkendara yang semakin berbeda.

Pada sisi desain, Honda CT125 membawa perpaduan antara gaya hidup modern dan fungsionalitas pada keseluruhan bodinya yang tangguh dan modern. Desain lampu depan yang bulat berpadu dengan desain lampu sein berbentuk kotak menjadi ciri khas dari Honda CT. Knalpot model ini didesain lebih tinggi untuk mempertahankan karakter sepeda motor trekking yang memberikan kesan kuat. Front fender yang terbuat dari besi semakin memperkokoh tampilan tangguh pada model ini.

Sisi fungsional dari desain Honda CT125 dapat terlihat dari posisi intake duct yang diposisikan tinggi untuk mengurangi debu yang masuk. Pada bagian belakang jok pengendara tersedia tempat besar untuk menaruh barang bawaan pengendara, dengan kapasitas maksimal hingga 20 kg pengendara dapat membawa barang lebih banyak untuk menemani perjalanannya.

Setang kemudi Honda CT125 memberikan posisi berkendara natural yang mudah untuk dikendalikan dan menyempurnakan posisi berkendara yang tegap di mana pengendara mendapatkan visibilitas sempurna ke segala arah.

Fitur yang melimpah dan fungsional hadir melengkapi motor yang menjadi ikon bebek trekking ini. Untuk pencahayaan, Honda CT125 sudah mengadopsi sistem LED di keseluruhan fitur pencahayaan. Panelmeternya digital dan compact dengan desain bulat yang terlihat modern dan mewah sekaligus mudah untuk membaca informasi yang ditampilkan. Motor ini memiliki tangki yang besar dengan kapasitas 5,3L untuk menemani pengendaranya berkendara jarak jauh.

Honda CT125 memiliki berat bersih 120 kg, dilengkapi dengan suspensi depan teleskopik dan velg berdiameter 17 inchi yang elegan untuk mendukung pengendalian yang lebih stabil dan presisi. Ban depan dan belakang model ini berukuran 80/90. Untuk keamanan berkendara, Honda CT125 dibekali dengan rem cakram ganda dan ABS 1-channel di roda depan.

0 komentar:

Posting Komentar